PASUKAN MARINIR 1
Ditulis Oleh Admin
Selasa, 9 Juni 2026
Dibaca 76x
Dispen Kormar, TNI Angkatan Laut (Jakarta). Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme prajurit di medan operasi, prajurit Batalyon Kesehatan 1 Marinir (Yonkes 1 Mar) TNI AL ikut serta dalam Pelatihan Integratif TNI Tactical Combat Casualty Care (TCCC) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan krusial ini diselenggarakan di Lembaga Kesehatan Penerbangan dan Ruang Angkasa (Lakespra) dr. Saryanto, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin(08/06/2026).

Pelatihan yang berlangsung intensif selama lima hari, mulai tanggal 8 hingga 12 Juni 2026, ini dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI, Mayor Jenderal TNI dr. Hadi Juanda, Sp.PD., M.A.R.S., C.Fr.A.
Fokus Kesiapan Tempur dan Penyelamatan Korban, dalam amanat pembukaannya, Kapuskes TNI menegaskan bahwa dinamika ancaman di medan penugasan modern menuntut personel kesehatan memiliki kemampuan yang responsif, taktis, dan terintegrasi. Pelatihan TCCC ini dirancang untuk menyamakan persepsi, doktrin, dan prosedur penanganan korban luka tembak maupun cedera tempur lainnya di garis depan, guna menekan angka fatalitas prajurit (preventable death).
Materi yang digodok dalam pelatihan ini meliputi tiga fase utama TCCC: Care Under Fire (CUF) Penanganan medis dasar saat masih berada di bawah elemen tembakan musuh.
Tactical Field Care (TFC) Perawatan medis lapangan ketika situasi pertempuran sudah relatif aman atau terkendali, Tactical Evacuation Care (TACEVAC) Prosedur evakuasi korban menuju fasilitas medis yang lebih mumpuni menggunakan wahana transportasi taktis.
Sementara itu, Perwira Staf Personalia (Pasipers) Batalyon Kesehatan 1 Marinir Lettu Laut (K) Edy Susanto, A., Md. Far. Sekaligus perserta pelatihan menyampaikan bahwa seluruh personel yang didelegasikan dalam latihan ini wajib diasramakan (dikarantina) di lokasi latihan sampai seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Langkah ini diambil agar para prajurit bisa sepenuhnya fokus, menyerap seluruh materi teori maupun praktik lapangan tanpa adanya distraksi dari luar. Kedisiplinan selama di asrama mencerminkan kesiapan mereka dalam menghadapi situasi darurat yang sesungguhnya di medan operasi, ujarnya.
Melalui pelatihan integratif ini, prajurit Yonkes 1 Marinir diharapkan tidak hanya semakin mahir secara individu, tetapi juga mampu membangun sinergi yang solid dengan satuan kesehatan dari matra darat dan udara demi keberhasilan tugas pokok TNI ke depan.
Kategori
UmumBelum ada komentar