PASUKAN MARINIR 1
Ditulis Oleh Admin
Kamis, 29 Mei 2025
Dibaca 357x
TNI AL, Dispen Kormar, Pasmar 1 (Jakarta). Dalam rangka mendukung upaya konservasi satwa langka, Korps Marinir TNI Angkatan Laut melaksanakan uji arung kendaraan pendarat amfibi (Ranpur) KAPA K-61 untuk simulasi pemuatan kandang Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), Dilaksanakan Di Garase Yonkapa 1 Marinir Ksatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta Selatan. Rabu (28/05/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari simulasi tanggap darurat evakuasi satwa dilindungi, khususnya Badak Jawa, yang habitatnya terancam oleh bencana alam seperti tsunami, letusan gunung berapi, atau kebakaran hutan. Dalam latihan ini, Ranpur KAPA K-61 diuji kemampuannya mengangkut kandang yang akan digunakan untuk mengangkut Badak Jawa, dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, kestabilan ranpur, serta kecepatan mobilisasi lintas pantai dan laut.
Komandan Batalyon Kapa 1 Marinir, Mayor Mar Bayhaky C. Chipta, M.Tr.Opsla., menyatakan bahwa kerja sama antara TNI AL, Balai Taman Nasional Ujung Kulon, dan lembaga konservasi sangat penting dalam mengantisipasi situasi darurat. Ini bukan sekadar latihan teknis militer, tapi juga bentuk kontribusi nyata TNI AL dalam mendukung upaya pelestarian spesies langka Indonesia, ujarnya.

Kandang yang digunakan dalam simulasi dirancang khusus agar memenuhi standar kenyamanan dan keamanan satwa, dilengkapi sistem ventilasi dan penyangga untuk meminimalisir guncangan saat Ranpur bergerak di air maupun di darat. Proses pemuatan dan pembongkaran kandang dilakukan dengan hati-hati, melibatkan tenaga ahli dari pihak konservasi.
Uji arung berjalan lancar dan dinyatakan berhasil oleh tim evaluasi gabungan. Dengan keberhasilan ini, KAPA K-61 dinilai layak digunakan sebagai salah satu armada pendukung dalam skenario evakuasi darurat satwa liar di wilayah pesisir dan kepulauan Indonesia.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa kekuatan militer Indonesia tidak hanya untuk pertahanan, tetapi juga berperan aktif dalam perlindungan keanekaragaman hayati nasional.

Hal ini sesuai dengan kebijakan, arahan serta petunjuk Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi,S.E.,M.M.,M.Tr.Opsla.,CHRMP.,CRMP. bahwa Prajurit Korps Marinir harus mampu melaksanakan peningkatan keterampilan tempur, Humanis dan tanggap terhadap lingkungan sekitar.
Kategori
UmumBelum ada komentar