PASUKAN MARINIR 1


BATALYON ANGKUTAN BERMOTOR 1 MARINIR


Profil Komandan BATALYON ANGKUTAN BERMOTOR 1 MARINIR

LETKOL MARINIR ABDUL RAHMAN SHALIH, S.E., MTr. Opsla

KOMANDAN BATALYON ANGKUTAN BERMOTOR 1 MARINIR


 


Sejarah Batalyon Angmor 1 Marinir

Dalam organisasi tugas Batalyon Tim Pendarat, unsur Bantuan Administrasi Korps Marinir diorganisasikan ke dalam Satuan Bantuan Administrasi (Satbanmin) untuk memberikan dukungan administratif kepada satuan tempur dalam rangka penyelesaian tugas taktis yang diterima.

Dalam hal ini fungsi angkutan bermotor termasuk di dalamnya, sehingga dibentuk peleton pengangkut di dalamnya dan akhirnya dibentuk Detasemen Angkutan Bermotor saat itu juga dengan telegram. Dan Jenderal Korps Marinir Nomor: Skep/16/IV/1979 dengan tujuan memberikan dukungan transportasi (administrasi transportasi) dalam rangka penyelesaian tugas Pasrat. Selain itu memberikan dukungan administrasi transportasi kepada Kolak / Satlak dan unsur Marinir lainnya termasuk Brigif - 2 Marinir.

Kemudian dari unsur peleton berkembang menjadi unsur kompi hingga disahkan dengan nama Batalyon Angkutan Motor Laut Kompi C sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Laut Nomor : Skep/356/II/1997. Tanggal 20 Februari 1997.

Sejarah Berdirinya Seiring dengan berkembangnya organisasi Korps Marinir, Pasmar II dibentuk sebagai penyeimbang dengan wilayah timur. Pasmar II yang berada di Jakarta membawahi beberapa satuan setingkat Resimen/Brigade diantaranya Menbanpur – 2 Marinir, berdasarkan perintah Panglima TNI Nomor: B/300 – 08/01/SV tanggal 29 Januari 2004 tentang Persetujuan Pembentukan Pasmar II yang dilanjutkan dengan skep Kasal Nomor skep /03/I/04 tanggal 13 Februari 2004 tentang likuidasi Brigmar BS.

Bersamaan dengan terbentuknya Pasmar II, pada tanggal 13 Februari 2004 Komandan Korps Marinir mengeluarkan perintah mengenai pembentukan Resimen Pendukung Tempur - 2 Marinir dan jajaran di bawahnya sekaligus membentuk batalyon, salah satunya adalah Batalyon Angmor - 2 Marinir. Perubahan nama Yonangmor 2 Marinir menjadi Yonangmor 1 Marinir seiring dengan perkembangan organisasi korps marinir maka pada tanggal 30 Juli 2018 batalyon angmor 1 marinir :

1. Dasar : 

a. Peraturan Kasal Nomor 23 Tahun 2018 tanggal 30 Juli 2018 tentang perubahan nama satuan Pasmar 1, Pasmar 2 dan brigif 4/BS serta penyebutan nama satuan di jajaran Pasmar 3.


b. Surat Telegram Dankormar Nomor ST/1412/2018 tanggal 15 Agustus 2018 perihal alih bina, Administrasi personel dan Material logistic.

Tugas pokok Yonangmor 1 Marinir

a. Memelihara dan menyediakan kekuatan serta membina kemampuan unsur-unsur guna melaksanakan tugas-tugas bantuan satuan-satuan Marinir dan satuan lainnya dalam pelaksanaan operasi amfibi maupun operasi hankam lainnya

b. Tugas utama Yonangmor adalah memberikan dukungan transportasi bermotor untuk membantu pasukan pendarat dan satuan tempur laut.

c. Menyiapkan satuan kendaraan bermotor untuk memberikan dukungan transportasi guna menunjang mobilitas logistik komando, pasukan dan korps marinir baik di wilayah operasional maupun di wilayah belakang.


Operasi Yonangmor 1 Marinir

1. Operasi tempur:

a. Operasi darat, baik dalam penyerangan maupun pertahanan, peranan transportasi adalah untuk menunjang mobilitas komando, pasukan dan perbekalan, bantuan transportasi yang diberikan pada satuan ini hanya sampai pada titik perbekalan.

b. operasi amfibi, dalam operasi amfibi satuan angkut merupakan bagian dari OLP dan satuan pendukung logistik dimana peran pengangkut adalah membantu pemuatan/embarkasi, perbaikan alat angkut dan perlengkapan pasukan serta perbekalan.

2. Operasi teritorial : peranan transportasi dalam operasi teritorial adalah untuk mendukung segala upaya pembangunan wilayah dalam rangka menjaga keamanan dalam negeri.

3. Operasi perlawanan regional, peranan transportasi dalam operasi perlawanan regional adalah mengatur transportasi logistik regional dalam rangka konsolidasi guna mencapai keseimbangan kekuatan sehingga dapat beralih ke operasi balasan.

4. Operasi intelijen : transportasi dalam arti strategis dan taktis mempunyai peranan dalam upaya mendukung kelancaran arus logistik, stabilitas perekonomian masyarakat dan mobilitas satuan.

5. Operasi dalam kondisi tertentu: dalam operasi dalam kondisi tertentu, hal ini berperan membantu satuan operasional agar dapat melaksanakan tugas pokoknya secara optimal pada kondisi tertentu atau daerah pegunungan, rawa dan lainnya dengan menggunakan peralatan dan perbekalan tertentu yang disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi. .

6. Operasi gabungan: dalam operasi Lintas Udara/Mobud, alat operasional lainnya yang digabungkan, peranan satuan operasional angkutan laut adalah mendukung pelaksanaan operasi dengan mendukung kegiatan angkutan bermotor pasukan dan perbekalan.


Komandan Batalyon Angmor 1 Marinir dari masa ke masa :

1. Letkol Mar Tri Subandiyana NRP 10428/P Tahun 2008 s.d 2009

2. Letkol Mar Asep Safiyudin NRP 10815/P Tahun 2009 s.d 2011

3. Letkol Mar Sudin Kaban NRP 11983/P Tahun 2011 s.d 2012

4. Letkol Mar Djuman Widyanto NRP 12742/P Tahun 2012 s.d 2014

5. Letkol Mar Bambang Purnama NRP 13259/P Tahun 2014 s.d 2015

6. Letkol Mar Yuyun Susanto NRP 14464/P Tahun 2015 s.d 2016

7. Letkol Mar Rudianto NRP 13949/P Tahun 2016 s.d 2017

8. Letkol Mar Budi Wijani NRP 15549/P Tahun 2017 s.d 2018

9. Letkol Mar Ade Darmansyah NRP 15531/P Tahun 2018 s.d 2020

10. Letkol Mar Muhsin NRP 16653/P Tahun 2020 s.d 2021

11. Letkol Mar Edo Sidharta Halilintar NRP 16651/P Tahun 2021 s.d 2023 

12. Letkol Mar Benny Setiawan NRP 17757 2023 s.d 2024

13. Letkol Marinir Roqi Munthazar Harahap Nrp 18788/P Tahun 2024 s.d 2026

14.    Letkol   Marinir Abdul Rahman Shalih, S.E., M. Tr. Opsla  Nrp 18783/P Tahun 2026 s.d sekarang


   Visi : Terwujudnya pelayanan transportasi yang handal , yang aman , selamat, nyaman, dan tepat waktu

Misi : Memberikan dukungan administrasi angkutan dalam rangka pelayanan angkutan didalam jajaran Pasmar 1 Korps Marinir.

Memelihara dan menyediakan kekuatan serta membina kemampuan unsur – unsurnya guna melaksanakan tugas – tugas bantuan satuan – satuan Marinir dan satuan lainnya dalam pelaksanaan operasi amfibi maupun operasi – operasi hankam lainnya .